jogjacorner.com

komunitas jogja corner yogyakarta indonesia

Mengingat bahaya terlalu banyak tidur, berikut 7 dampak negatifnya bagi kesehatan: Menyebabkan kanker

Rebahan jadi aktivitas yang cukup menyenangkan

Bagaimana tidak, di momen ini tubuh terasa rileks dan nyaman. Nggak jarang banyak orang yang suka rebahan sebab bisa bersantai tanpa melakukan aktivitas fisik apapun. Ketika rebahan pun seseorang cenderung menghibur diri dengan sering menonton televisi atau sekadar scroll media sosial sambil ngemil.Sayangnya, rebahan atau kebiasan kurangnya aktivitas fisik ini bisa menimbulkan berbagai penyakit. Menyadur data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada 2022 terdapat 31% orang dewasa di seluruh dunia atau sekitar 1,8 miliar manusia tidak melakukan aktivitas fisik yang mengakibatkan berbagai penyakit.

Dampak penyakit akibat terlalu sering rebahan

1. Memengaruhi neuron otak.Melansir dari laman American Addiction Center Resource, dalam Journal of Comparative Neurology, menjelaskan otak manusia mempunyai kapasita yang menghasilkan neuron hingga seseorang berusia tua. Otak juga mampu mengubah sekaligus memperbaiki neuron otak yang rusak akibat terganggu oleh alkohol kronis.Namun sayangnya, orang yang rebahan sering kali membuat cabang neuron bergerak secara aktif sehingga sistem simpatik saraf bergerak terlalu aktif yang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi hingga masalah penyakit jantung.Selain itu, ketika rebahan kondisi paru-paru cenderung terhimpit sehingga asupan oksigen ke tubuh jadi terhambat. Padahal otak sangat membutuhkan asupan oksigen supaya bisa fokus. Apabila oksigen ke otak terganggu bisa membuat seseorang kehilangan konsentrasi serta menurunkan minat belajar.
2. Meningkatkan risiko diabetes tipe 2.Orang yang dikategorikan punya kecenderungan rebahan biasanya sering duduk atau berbaring kurang lebih selama 6 jam atau lebih. Selain itu, enggan melakukan aktivitas fisik dan cenderung berjalan kaki di bawah 5.000 langkah. Padahal untuk jaga kesehatan minimal rutin jalan kaki lebih dari 5.000 langkahperhari.Ketika terlalu sering rebahan membuat tubuh menumpuk asupan makanan yang disantap jadi lemak apabila tidak digunakan. Hasilnya, seseorang cenderung obesitas. Ketika obesitas bisa berisiko meningkat diabetes tipe 2. Selain itu, ketika rebahan dapat memicu peningkatan kadar gula darah dan insulin sehingga menyebabkan diabetes.

3. Obesitas.Obesitas terjadi ketika sering makanan atau minum manis tanpa diimbangi dengan aktivitas fisik. Ketika tubuh lebih banyak rebahan maka kalori yang dikonsumsi setiap hari, menumpuk di dalam tubuh. Kalori yang tidak dibakar diubah menjadi lemak yang menempel di perut, lengan, paha, dan sebagainya sehingga berisiko obesitas.

4. Memicu kanker.Ketika rebahan kalori dalam tubuh tidak dibakar, alhasil terjadi penumpukan di berbagai organ tubuh termasuk di payudara, usus, hingga kelamin. Bila lama kelamaan, kandungan yang dikonsumsi tadi memicu kanker di orang tersebut seperti hati, jantung, kanker prostat, payudara maupun usus.

5. Depresi.Ketika kurang aktivitas fisik atau lebih banyak rebahan membuat tubuh tidak memproduksi dopamin. Rebahan juga membuat seseorang cenderung main HP hingga larut malam. Akhirnya tidur jadi terganggu, pekerjaan terhambat, hingga berbagai risiko lainnya. Jika terus terjadi tubuh tidak bisa meningkat mood dan mengurangi stres. Pada akhirnya dari stres berkembang menjadi depresi akut.

6. Penyakit jantung dan stroke.Kurangnya aktivitas tubuh memuat kadar kolesterol jahat meningkat (LDL). Kemudian menurunkan kadar kolesterol baik (HDL) tubuh, ketika terjadi terus-menerus dapat meningkatkan tekanan darah tubuh. Terlebih bisa menyebabkan peradangan di pembuluh darah. Akibatnya dapat berisiko terkena serangan jantung hingga stroke.

7. Meningkatkan risiko pneumonia.Menyadur dari laman Health Digest, menurut sebuah studi pada 2021 yang diterbitkan dalam American Journal of Translational Research, mencatat bahwa semakin lama seseorang menghabiskan waktu berbaring di tempat tidur, semakin besar pula risiko pneumonia. Hal bisa terjadi ketika tubuh terlalu sering berbaring dalam waktu yang lama memungkinkan kuman menetap di paru-paru bersama dengan lendir serta sekresi lainnya. Alhasil, bisa memicu pneumonia atau infeksi pada kantung udara di paru-paru.Walau demikian, penyakit ini lebih berisiko menyerang orang tua atau diatas 65 tahun, anak-anak dibawah usia 2 tahun, hingga orang yang memiliki riwayat autoimun. Berdasarkan penelitian tersebut, nggak menutup kemungkinan orang yang sering rebahan bisa terkena penyakit ini.